300 x 250
hari ini 31 januari 2011, hari terakhir di bulan januari..bulan yang selalu aku tunggu kehadirannya, bulan yang akan selalu menjadi bulan yang terbaik di dalam satu tahun ini,
hari ini begitu berwarna dan campur aduknya perasaan saya, mulai senang, sedih, kecewa, dan takut. di mulai pada saat pagi hari dimana saat saya mendengar ibu teriak-teriak karena adik saya jatuh, semuanya robek dan tampak berantakan entah bagaimana ceritanya yang jelas pagi ini saya terbangun karena kegaduhan di rumah saya, selanjutnya saya datang ke kampus untuk bimbingan akademik dengan dosen saya. entah kenapa hari ini saya takut datang ke kampus karena ketololan yang saya perbuat dihari sebelumnya, kalo inget itu sumpah saya berasa sangat bodoh hahaha. setiba dikampus saya merasa ada yang berbeda dari kelakuan dari egy,dian,putri,andhi, dan umi tapi saya coba acuhkan itu. sampai akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke blok-m.
disanalah semuanya di mulai, kecurigaan saya bertambah di saat egi teman saya yang begitu telihat tidak bersemangat untuk mendengarkan cerita saya tentang ubur-ubur dari raut wajahnya saya merasakan ada yang egi ingin katakan. benar aja egi ingin bicara mengenai ubur-ubur entah mengapa semua yang ada di meja itu terlihat hening. tangan saya terasa lemas saat menulis raport, dan mereka ingin mengatakan bahwa ada sesuatu hal yang saya tidak saya ketahui. mereka begitu tegang mereka begitu sulit mengatakan sesuatu hal itu. egy yang mempunyai keberanian untuk bicara itu ke saya. walaupun terasa sulit sekali dia mengatakannya tapi setelah dia berhasil saya paksa akhirnya dia bicara, bicarayang tidak pernah saya duga sebelumnya, bahwa dia mengatakan bahwa ubur-ubur baru saja jadian sama orang yang baru-baru ini saya kenal dengan baik. oh tuhan saat itu semuanya terasa lemas, dan januari yang di awali dengan sebuah keindahan ternyata harus saya tutup dengan begitu sakit.
saat itu semua terasa blank, sekujur tubuh lemas dan saya sedikit menitikan air mata, namun di saat itu saya tersadar bahwa siapa ubur-ubur sampe saya harus mengeluarkan air mata untuknya, di situ saya mulai berfikir secara tenang, saya kembali pada sebuah pemikiran saya bahwa yang namanya perasaan tidak bisa ada yang tahu kapan datang dan pergi serta siapa yang akan di tujunya. saya pun bukan termaksud orang yang mau menghambat kebahagiaan orang lain. jadi di situ saya mulai mengendalikan emosi saya dan saya tidak mau di bilang lemah karena nangis di depan umum. kecuali yang saya rasakan sudah terasa sakit yang luar biasa.
sepanjang jalan pikiran saya terbang kemana-mana, namun akhirnya saya bertanya kenapa tuhan membuat januari saya begitu terasa indah di awal dan di pertengahan justru di penghujung januari saya malah di kasih kesedihan yang teramat besar. kenapa tuhan ???
lalu saya teringat apa yang saya katakan untuk teman saya umi malam harinya "bahwa tuhan mungkin ingin menunjukan bahwa dia bukan yang terbaik untuk lo, tuhan hanya ingin mengirimkan lelaki terbaik tapi bukan sekarang waktunya, dengan adanya kejadian itu tuhan uda nunjukin kalo dia emang bukan buat lo" ya tuhan kata-kata itu kini berbalik untuk saya, saya baru saja mengatakan itu untuk teman saya tapi ke esokan harinya justru saya yang harus menerima perkataan-perkataan itu untuk diri saya sendiri. saya sangat tidak bersemangat untuk lama-lama berada di kampus, kalo bukan karena harus bertemu dengan dosen pembimbing akademik saya mungkin akan segera pulang.
oke rasa sakit saya sedikit terobati ketika saya dan kelompok sosiologi perkotaan di undang untuk menjadi pembicara dan share mengenai film dokumenter kelompok kami di angkatan 2009, ohh tuhan betapa bahagianya sewaktu kami mendapat berita kalau kami merupakan kelompok yang mendapat nilai terbaik, dan kami di jadikan kaka pembimbing gitu de untuk angkatan 2009 dalam proses pembuatan film dokumenter, dan merekapun harus menyertakan tanda tangan kami jika ingin menyerahkan tugasnya ke dosen .. aaaa i'm so proud of my team !!! buat tama yang bilang hari ini saya cantik haha, buat umi, buat pipit, buat andhi, buat putri, buat slem, buat iven kerja keras kita kemarin terbayar, walaupun bukan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk penghargaan yang lain. dan saya merasa bangga dengan kelompok saya. terima kasih ya buat semua yang udah ngebantuin untuk selesainya film dokumenter kami. meminjam istilah dari tama " Eksistensi dan aktualisasi senior telah nyata,,, senior berguna bagi juniornya...
0 Response to "satu cerita di penghujung januari"
Posting Komentar